Saturday, 21 December 2013

CONTOH KISI-KISI INSTRUMEN MATEMATIKA (PRA MENGHITUNG)


CONTOH KISI-KISI INSTRUMEN MATEMATIKA (PRA MENGHITUNG)
ASPEK
KOMPONEN
INDIKATOR
Bilangan
1.melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20
1.1. membilang banyak benda
1.2. mengurutkan benda
1.3.melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20
1.4. menyelesaikan samalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan sampai 20
1.mengenal bilangan
2.menyebutkan banyak benda sampai 10
3.mengurutkan banyak benda sampai 10
4.melakukan penjumlahan dan prngurangan bilangan sampai 10
5.menyelesaikan samalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan sampai 10
Geometris dan pengukuran
2.mengunakan pengukuran waktu dan panjang
2.1.menentukan waktu(pagi,siang,malam)hari dan jam(secara bulat)
2.2.mengenal panjang suatu benda melalui kalimat sehari-hari(pendek,panjang) dan membandingkan
1.mengenal waktu pada gambar jam
2. menentukan waktu jam pada gambar di bawa ini




3.mengenal benda panjang dan pendek
4.membedakanbenda panjang dan pendek
3.mengenal beberapa bangun ruang
3.1.menentukan urutan benda ruang yg sejenis menurut besarnya
1.mengenal bangunan dasar(segitiga,segiempat,lingkaran dan persegi panjang













Aspek
Butir soal
                                        Kemampuan




Mengenal bilangan















2.menyebutkan banyak benda sampai 10



















3.mengurutkan banyak benda sampai 10











4.melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dari 0 sampai 10






5.menyelesaikan samalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan sampai 10



6.mengenal waktu pada gambar  jam







7.menentukan waktu jam pada gambar di bawa ini








8.membedakan angka panjang dan pendek




1.amati angka pada kartu

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10
2.menirukan ucapan guru nama bilangan dari 0 sampai 10

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10
3.menyebutkan angka 0 sampai 10

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10



1.sebutkan banyak benda pada angka 0 sampai 10


1,2,3,4,5,6,7,8,9,10

2.sebutkan jumlah kursi yang ada pada gambar ini

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10


3.sebutkan buku yang ada di depan anda

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10



1.urutkanlah benda di bawa ini
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10

2.amatilahlah banyak benda di bawah ini
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10

3.tulis banyak benda di bawah ini

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10


1.melakukan penjumlahan dan pengurangan

1+1=2
2+2=4
6-3=3



1.2+7=9
2.15-6=9







1.tunjukanlah angka 6 pada jam di bawa ini







1.tunjukanlah angka pada jam 6









1.tunjukan benda panjang dan pendek
































Konkret
Sem konkret
Abstrak

RELATIVISME AGAMA


MAKALAH
RELATIVISME AGAMA

PENDAHULUAN.

Pada hakekatnya manusia diciptakan dengan memiliki keterbatasan. Baik itu fisik, tenaga, pikiran, dan lain-lain. Kondisi inilah yang menjadikan manusia yang satu berbeda dengan manusia yang lainnya. Contoh Dari cara berpikir, manusia ada yang merasa lebih baik ke kiri dan ada pula yang merasa lebih baik ke kanan. Tetapi pada akhirnya mereka mempunyai tujuan yang sama yaitu agar dapat hidup dengan bahagia.
Begitu pula dengan kebenaran, setiap manusia memiliki kebenarannya masing-masing. Islam menganggap sholat cara yang paling benar untuk mendekatkan diri pada tuhannya, begitu pula umat Kristen, menurut mereka kegiatan kebaktian di gereja merupakan cara yang paling benar untuk mendekatkan diri kepada tuhannya, Dan lain-lain. Tetapi tujuan mereka sama yaitu agar mendapatkan kebahagian di kehidupan ini maupun setelah kehidupan ini. Kebenaran inilah yang disebut relativisme sebab kebenaran salah satu pihak belum tentu berlaku di pihak lain.




           







RELATIVISME

      1.            Pengertian

Istilah “relativisme” diambilkan dari bahasa Latin, relativus, yang artinya “menunjuk ke.”  Setiap pengetahuan, menurut paham Relativisme, selalu memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya.
Definisi relativisme secara umum : pandangan bahwa pengetahuan itu dibatasi, baik oleh akal budi yang serba terbatas maupun oleh cara mengetahui yg serba terbatas.
Relativisme agama adalah suatu paham yangmengatakan bahwa kebenaran agama itu dianggap benar oleh pemeluknya. Dalam arti, kebenaran setiap agama adalah benar menurut setiap pemeluknya.
Orang-orang muslim menganggap benar agamanya. Orang-orang kristen menganggap benar agama yang dianutnya. Begitupun dengan hindu, budha, dan agama yanglainnya.

      2.            Ciri-ciriRelativisme

-          Menghargai perbedaan.
-          Menganggap tidak ada kebenaran yang sejati.
-          Mengakui banyak cara atau jalan untuk mencapai suatu tujuan.

      3.            TokohUtama

Ada beberapapendapat yang berkembangdikalanganpelopor dialog antar-agama terutamadikalangankristenantara lain:
a)      Pernyataan tentang relativisme pertama kali muncul dari filosof sophis, Protagoras (490-420 BC) lima ratus tahun sebelum Masehi. Pernyataan Protagorasdikutip oleh Plato: “The way things appear to me, in that way they exist for me; and the way things appears to you, in that way they exist for you”(Theaetetus 152a).
Maksud kata-kata Protagoras demikian: sesuatu nampak di hadapanku dalam caranya yang khas, dan dalam cara yang khas itu pula sesuatu ada untukku; demikianjuga apabila kamu berhadapan dengan sesuatu, sesuatu itu secara khas ada untukmu.

b)      Relativisme itu tidak plausible, menurut filosof Sokrates dan Plato, sebab meniadakan kodrat indah dari kebenaran itu sendiri.Jika pengetahuan apa saja dalam metodologi bagaimana pun selalu benar, seperti yang dideklarasikan oleh Protagoras, kita tidak pernah tertarik akan kebenaran pengetahuan itu sendiri.Sejak dikenalkan terminologi “subjek” dan “objek”, relativisme diidentikkan dengan subjektivisme. Artinya, pengetahuan relatif adalah pengetahuan yang bergantung atau memiliki referensi (atau related to) subjek-nya.
Dalam filsafat ilmu pengetahuan (atau epistemologi), pengetahuan sesungguhnya merupakan relasi subjek yang mengetahui dengan objek yang diketahui.

c)      ErntTroeltsch: “ agamabersifatrelatifdansejarah agama bersifatevolusisebagaisuatugerakanmanusiawi yang universal menujukesempurnaan ... wahyudilihatsebagaisuatugerakanmenujuyang mutlak yang tidakpernahdapatdicapaisecarasempurna “.
d)     Paul Tillich: “KeyakinanbahwaRoh Kudus hadirdimana-mana ... dialog yangkritisdimaksudkanuntukmerasukkedalamdirisendiridankedalamfpenghayatan agama sendiri ... Tuhanadalahdasarkeberadaan (The ground of all being)”.


e)      Wilfred Cantwell Smith: “Semua agama hendaknyadipahamisebagaisuatuperjumpaan yang pentingdanberubah-ubahantara Yang Ilahidanmanusia ... para misionaris Kristen harusmengambilbagiandalamperjumpaan Yang Ilahi-manusiadalam agama lain denganmaksuduntukmembantuperkembangannya yang evolusioner”.

f)       Stanley Samartha: “ Dialogadalahupayauntukmemahamidanmenyatakanpartikularitaskitabukanhanyadalamkaitandenganwarisankitasendiritetapijugadalamhubungandenganwarisanrohanitetangga-tetangga”.


g)      RaimundoPanikkar: “ Kebenaran yang dikemukakanbaikolehajaran Kristen di satupihakmaupunajaran Hindu dilainpihak universal danakhirnyaseringdianggapsebagaipendirian yang partikulardanterbatas, sedangkan yang sebetulnyakeduanyamerupakanperumusan yang memangdibatasiolehfaktor-faktorbudaya, mengenaisuatukebenaran yang lebih universal”.

      4.            Kritik realitivisme terhadap agama :

Dalam konteks memuja atau beribadah kepada tuhan semua mengakui bahwa realitas mutlak (TUHAN) adalah kebenaran sejati, sedangkan manusia merupakan kebenaran relativ karena manusia memiliki banyak keterbatasan. Lalu yang ingin kami tanyakan ialah apakah agama itu termasuk dalam kebenaran mutlak ataukah kebenaran relative? Bila jawabannya mutlak, tentulah hanya ada satu yang benar. Sedangkan di Indonesia saja telah terdapat 6 agama yang diakui. Dari keenam agama tersebut manakah yang benar?  Bila jawabannya relative, apakah agama itu adalah produk pemikiran manusia? Dan apakkah para  utusan (nabi, rasul, avatara) adalah orang-orang jenius yang berfikir tentang Tuhan, dan hasilnya dibakukan dalam norma-norma dan institusi yang disebut agama? Pada titik ini agama tidak beda dengan ilmu pengetahuan atau kebudayaan. Ilmu pengetahuan (science) adalah hasil olah fikir (observasi) manusia atas fakta-fakta yang didapatkannya di alam ini. Sementara kebudayaan merupakan produk olah rasa manusia. Sebagai produk kemanusiaan, kedua hal ini bersifat relatif dan tidak mutlak. Kebenaran  teori-teori ilmu pengetahuan selalu berkembang sesuai dengan fakta-fakta baru yang ditemukan. Dan keberlakuan kebudayaan selalu dibatasi oleh ruang-waktu masyarakat bersangkutan.




      5.            Kritikdari kami (kelompok IV) terhadappahamtersebut

Pada paham relativisme berpendapat bahwa setiap orang memiliki kebenarannya masing-masing dalam beribadah kepada tuhannya. Seperti islam yang menganggap sholat adalah cara yang paling benar untuk memuja tuhannya. Begitu pula Kristen menganggap kebaktian adalah cara yang paling tepat untuk takwa kepada tuhannya. Dan lain-lain. Bila semuanya benar, maka tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu disalahkan. Lalu untuk apa kita belajar dan sekolah? Karena apa pun perbuatan kita tentulah benar.

      6.            kesimpulan.
Relativismeadalahpaham yang mencobamelihatsuatukebenarandarisudutpandang yang berbeda.

PERKEMBANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS


PERKEMBANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

v Tumbuh Kembangnya ABK Dalam Keluarga

Ø Cirri perkembangan ABK:
Setiap anak berhak mendapat lingkungan yang memberikan kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal di lingkingan yang terdekat, yaitu: keluarga.
1.     Keluarga harus memberikan ASAH, yaitu: menstimulasikan atau merangsang.
2.     Keluarga harus memberikan ASIH, yaitu: melakukan dengan penuh kasih sayang.
3.      Keluarga harus memberikan ASUH, yaitu: memberikan asupan gizi imunisasi, mengganti pakaian agar selalu system indera, gerak motorik,  komunikasi, emosi dan pikiran anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Perangsangan yang di lakukan sejak dini yaitu: sejak anak itu lahir. Setiap aank yang sehat dan normal secara fisik serta mental, akan menyelesaikan tugas=tugas perkembangan sesuai dengan karakterristik dan tuntutan setiap tahap perkembangan yang di  laluinya. Dan juga orang tua harus peka mengamati seluruh proses perkembangannya apabila terjadi ke tidak cocokan dengan tugas perkembangan yang seharusnya, maka orang tua harus melakukan di teksi secara dini. Dengan adanya diteksi dini di harapkan, perkembangan dan pertumbuhan anak dapat di perbaiki atau di tangani lebih cepat, tepat, sehingga menghasilkan perubahan yang optimal.

Ø TUGAS PERKEMBANGAN ANAK.
1.     Tugas perkembangan tahap bayi baru lahir, mulai dari 0-2minggu. Pada tahap ini bayi harus dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu udara, dan cara pernapasan sehingga anak harus segera menangis. Apabila terlambat menangis maka ada kecenderungan mengalami kekurangan oksigen di otak. Masalah yang kemungkinan timbul adalah gangguan fungsi otak.
2.     Cara mengisap dan menelan susu bermasalah, maka ada kemungkinan mengalami hambatan kematangan dalam mengisap dan menelan, serta kemampuan dalam berbicara.
3.     Perkembangan dalam cara buang air besar bermasalah, maka kemungkinan mengalami atau mamiliki masalah perkembangan fungsi otak, yang mengakibatkkan gangguan pencernaan. Anak tidak respon pada suaraa-suara sekitarnya, maka kecenderungan gangguan pendengaran.
4.     Anak tidak respon terhadap cahaya terang dan gelap, maka kemungkinan cenderung mengalami gangguan pada penglihatan.

A.    TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP BAYI (2MINGGU-a,  dapat di ketahui sebagai berikut:
·        Umur 3 bulan, anak harus sudah mampu tengkurap secara bola/balik Umur 4 bulan-6 bulan anak sudah harus mampu duduk
·        Umur 6-9 bulan, anak sudah
·        9-12 anank sudah harus mampu berdiri dan ber
·        Umur 12-18 anak sudah mampu berjalan maju mundur dan berhenti tiba-tiba.
Seluruh tahap perkembangan itu di lalui olehy anak dan apapbila satu/beberapa perkembangan tidak dapat di lalui anak maka ada kemungkinan mengalami gangguan pada fungsi otak yang mengontrol fungsi perhatian,dorongan dan gerak, sehingga perilaku si anak, pemusatan danperhatian (hiperaktifitas) maka usia 9 bulan anak sydah mampu menggenggam dan memasuli permainan dalam wadah.
Usia 9-18 bulan anak sudah mampu makan dan minum sendiri, menggosok badan ketika mandi, latihan menggambar dengan menarik garis, memakai baju dan celana sendiri.
B. PERKEMBANGAN KONTROL AIR BESAR MAUPUN AIR KECIL.
        Sebelum mencapai 2 tahun, anak sudah harus mampu mengontrol buang air besar dan kecil, kemampuan tersebut berkaitan dengan disiplin diri yang selanjutnya mempengaruhi perkembangan kepribadian. Jika terjadi kegaglan pada tahap ini maka kemungkinan anak mengalami gangguan perilaku.
C. PERKEMBANGAN BAHASA
      Perkembangan bahasa mulai dari mengeluarkan letupan suara yang seolah-olah tidak terkontrol oleh bayi, selanjutnya bayi mulai bisa melakukan mengoceh misalnya: ma, pa, kak, la, dan lain-lain. Dan meneruskannya dan mengulang2. Usia skitar 1 tahun yang merupakan pengu;langan dan peniruan suara2 orang dewasa. Anak dapat menyebut namanya dengan hanya satu kata atau nama panggilannya. Selanjutnya anak mulai mengerti isyarat dan menasosiasikan kata2, suara dan artinya.
D.PERKEMBANGAN KECERDASAN.
     Usia 5-8 bulan anak memperoleh pengetahuan melalui aktifitas, melalui permainan “cilup bahhhhhhhhhhhhh”, usia 12-18 bulan anak mulai mengerti perintah dan dapat melakukan perintah2 sederhana dan juga mampu menyebutkan nama2 dari benda di sekitarnya. Pada tahap ini anak telah banmyak memiliki konsep tentang benda dan mulai bicara.
E. PERKEMBANGAN EMOSI
      Perkembangan emosi pada awalnya, bayi hanya mengenal perasaan sendan tidak senang. Usia 6-7 bulan mulai berkembang perasaan takut biasanya pada orang2 asing atau orang yang jarang di lihatnya. Usia sekitar 1 tahun mulai berkembang perasaan marah, gembira, sayang dan juga rasa cemas. Apapbila anak telah mencapai 7 bulan masih menunjukan perilaku cenderung ngamuk secara berlebihan sebagai pengungkapan keadaan emosinya, bila hal ini di biarkan maka dapat berkembang menjadi perilaku yang impulsif (meledak-ledak).
F. PERKEMBANGAN SOSIAL
       Anak yang tidak memiliki masalah pada penglihatan sekitar 3 bulan, bayi mulai menunjukan perhatiannya pada orang lain. Jika pada usia ini anak tidak reaksi pada orang yang ada di depanya, maka kemungkinan ank mengalami masalah penglihatan atau cenderung autis. Usia 7-8 bulan anak mulai membedakan orang di sekitarnya yang sering di lihat atau iorang asing dan anak melakukan reaksi yang berbeda.

TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP PRA SEKOLAH (2-6 TAHUN).
A.    PERKEMBANGAN MOTORIK.
Usia n2-3tahun mulai dapat menggambar garis, lingkaran dan manusia dalam bentukmlingkaran2 kecil. Usia 3 tahun anak mulai dapat menulis beberapa huruf dan mulai dapatmembuat garis lurus dan berhenti menggaris. Usia 4 tahun anak mulai dapat menggambar kubus, usia 5 tahun gerakannya sama dengan orang dewasa, sehingga sudah dapat menggosok gigi, kancing baju, mengikat tali sepatu dan menyisi rambutnya. Jika tahap ini tidak di lalui oleh anak maka kecenderungan mengalami motorik.
B. PERKEMB
     Usia 4 tahun anak sudah mampu menggunakan 6-8 kata pada pembicaraannya dan rajin bertanya dengan kata mengapa dan bagaimana, walaupun jawababn dari pertanyaan tidak terlalu di perhatikannya.
C.PERKEMBANGAN KECERDASAN.
   Cara berpikir anak pada tahap ini masih konkrit dan sangat egosentris, dalam menyelesaikan masalah hanya melihat 1 aspek saja dan mengabaikan yang lain.
D.EMOSI DAN SOSIAL.
    Perkembangan dalam permain lebih kreatiof dan perkembangannya lebih banyak menghayal. Mereka senang bermain “MEKE BELIEVE” dengan menirukan perilaku orang dewasa atau anak lainnya. Sebelum usia 3 tahun anak mengalami masa sulit, terutama bagi orang tuanya, antara lain: sulit di atur, mengikuti kemauan sendiri, mengaharap orang lain mengikuti kemauannya, cenderung membangkang, suka protes dalam bentuk kata2 atau sikap bahkan emosi yang meledak-ledak (bandel), nakal sekali tidak dapat di ajajk kompromi , selalu menmentang, namun tidak berlangsung lama , dan berubah jadi mas positif dan perilaku menyenangkan, mulai membedakan mana baik dan jahat, dan mengembangkan kata hati dan mulai belajar mengikat diri secara emosional dengan orang tua, saudara dan orang lain.
 Anak mulai membedakan jenis kelamin dan perilaku sopan santun, sesuai dengan jenis kelaminnya,  kesadaran dirinya mulai yimbul dan menyesuaikan perilakunyadengan perilaku orang tua yang sama jenis kelaminnya. Jika terjadi dalam proses perkembangan ini atau hambatan dalam perkenmbangan motori, bahasa, kecerdasan, emosional kemungkinan mengalami hambatan dalam proses KBM di sekolah yang artinya mengalami perkembangan potensi secara maksimal.

TUGAS PERKEMBANGAN SEKOLAH (6-12 tahun).
a.     Memasuki sekolah, memasuki masa ini di tandai dengan tidak keseimbangan fisik, meningkatnya kepekaan terhadap penulararn penyakit, menunjukan sikap pasif, malas, menarik diri dan meledak-ledak, perasaan peka dan tidak stabil ( usia 6 thun). Pada usia 7 tahun, terjadi sedikt perubahan, anak menjadi lebih sosial dan mudah di asuh.
b.     Kegiatan intelektual yang meningkat, haus terhadap pengetahuan2 vbaru, menunjukan minat yang besar terhadap kejadian yang ada di lingkungan sekitarnya dan mencoba menerangkan kejadian tersebut dengan cara obyektif dan rasional.
c.      Minat yang berlebihan atau minat yang lebih besar terhadap teman sebaya, mulai bergaul dengan teman sebayanya, mulai menyesuaikan diri dengan cara berpakaian dan cara berdandan, bebicara dari kelompoknya, terlibat dalam perselisihan, persaingan. Mengalami perkembangan yang menonjol pada kata hati, mampu nmembedakan hal2 yang salah dan benar, berusaha berbuat baik pada orang lain, menunjukan keinginan untuk menyenangkan pada orang tua, saudara2, teman dekat, dan meluas pada orang2 dan kelompok yang tidak mempunyai hubungan erat, mengumpulkan barang2 atau barang yang menurut orang tuanya tidak masuk akal, menunjukan meningkatnya minat terhadap membaca.
d.     Perkembangannya tidak tergantung pada orang tua, dan terbentuknya identitas diri anak mengembangkan “konsep diri yang realitis” pembentukan konsep diri di bantu dengan ada penilaian2 dari orang tua, guru, saudara dan teman2, lingkungan tentang seluruh sikap dan tampilan perilaku anak. Jika perkembangan tidak terjadi secara optimal oleh karena di sebabkan banyak,  hal antara lain: kecerdasan terbatas, gangguan penglihatan, hiperaktif, gangguan dalam kemampuan bahasa. Akibat dari semuanya ini dapat menimbulkan rasa harga dirinya rendah, emosinya terganggu, mengalami hambatan hubungan sosial.
TUGAS PERKEMBANGAN PUBERTAS.
   Tahap pubertas di anggap ke tahap remaja, menujukan proses pertumbuhan dan kematangan berjalan lebih intensif, yang keseluruhannya di pengaruhi oleh pertumbuhan yang sngat pesat terhadap hormonal. Pertumbuhan ini di tandai dengan pematangan seksual dan fisik yang menonjol, yang cenderung mempengaruhi perkembangan sosial, emosi, yuang menjadi kurang stabil dan perkembangan intelektual dan juga mempengaruhi perkembangan kepribadian.
PERKEMBANGAN ALAT-ALAT PRODUKSI.
    Yaitu terjadi perkembangan terhadap kelenjar2:
·        Emosinya tinggi
·        Suasana hatinya sering berganti-ganti
·        Keinginan untuk menyendiri
·        Sering terjadi kemunduran dalam prestasi sekolah yang di tandai dengan sikap malas, dalam menyelesaikan tugas sekolah.
·        Munnculnya sikap bosan terhadap kegiatan yang pada awalnya di minati dan di senanginya.
·        Sering menunjukn sikap menentang/otoritas
Jika pada masa ini anak mengakami kecacatan akibat kecelakaan atas suatu penyaki, maka situasi kejiwaannya yang berkembang pada masa ini, akan mempengaruhi reajsi terhadap kecacatannya.
TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP REMAJA (USIA 13-17 TAHUN).
Tahap remaja adalah: masa penuh gejolak, prustasi, konflik, masa ini harus banyak melakukan penyesuaian diri, percintaan, romantic, pemisahan diri dari masyarakat dan budaya orang dewasa.
Masa kelanjutan pencarian jati diri yang telah di mulai pada masa pubertas, dengan membentuk ganggang,  adanya tuntutan masyarakat untuk berprilaku lebih dawasa dan lebih matang. Minat dan kebutuhan serta keinginan makin meningkat, kebutuhan sosial, emosional, sangat mempengaruhi tingkah laku dan kepribadian mereka. Kebutuhan akan status baik secara fisik maupu sosial.
Minat akan penampilan diri, minat terhadap reaksi semakin meningkat, biasanya dalam bentuk: olahraga, dengar music, membaca majalah remaja, piknik dan pesta. Bila pada masa ini anak mengalami kecacatan akibat kecelakaan atas suatu penyakit, maka situasi kejiwaannya yang berkembang pada masa ini akan mempengaruhi reaksi terhadap kecacatan yang lebih serius dan mempengaruhi pelaksanaan peran sosialnya.


rehabilitasi psikososial


REHABILITASI PSIKOSOSIAL
“Rencana Sederhana Tentang Normalisasi Anak Cacat/Berkelainan, Yang Melibatkan Pihak-Pihak Yang Berkepentingan”




A. Identitas
1.     Tahapan penerimaan

Nama Anak         : Abraham Kase
Jenis kelamin       : Laki-laki
Jenis Ketunaan    : Tunadaksa
Tpt/Tgl lahir        : Takari, 15 Desember 1991

2.     Riwayat Kasus
Pada saat lahir, anak tersebut lahir dengan normal seperti anak pada umunya. Namun ketika dia berusia 17tahun (kelas 2 SMA), dia mengalami sebuah kecelakaan, yang mengakibatkan salah satu anggota tubuhnya mengalami kecacatan (kakinya patah).
Semenjak itulah, kejiwaan anak tersebut mengalami sedikit gangguan, dia mengalami trauma yang berkepanjangan . Dimana, dia tidak lagi memiliki kepercayaan diri yang baik, dia selalu merasa minder dan tidak mau bergaul dengan teman-teman sebayanya.
3.     Karakteristik fisik anak
-         Kakinya tidak dapat berjalan dengan normal
-         Kaki kanan lebih pendek, dari kaki kiri (akibat patah)
4.     Karakteristik non-fisik anak
-         Selalu duduk menyendiri
-         Tidak mau bergaul dengan teman-temannya
-         Kepercayaan diri hilang
-         Meras minder yang berlebihan
-         Rasa trauma yang berkepanjangan



B.    Gambaran Permasalahan Klien
Dengan melihat beberapa karakteristik yang dimiliki anak tersebut, maka dapat disimpulkan ,bahwa anak tersebut mengalami beberapa masalah/hambatan dalam dirinya, yaitu:
-         Anak tersebut mengalami kecacatan fisik, yang disebabkan oleh kecelakaan yang dialaminya pada saat dia berumur 17tahun (Kelas 2 SMA).
-         Anak tersebut mengalami gangguan sosial karena kecacatan yang dimilkinya, yang mengakibatkan kepercayaan dirinya hilang, dia tidak mau lagi bergaul dengan teman-teman sebayanya, selalu merasa minder, trauma yang berkepanjangan dan menganggap dirinya tidak berguna bagi orang lain.][

C.   Rencana Intervensi
Dengan melihat kelainan/hambatan yang dimiliki oleh anak tersebut, anak tersebut harus diberi rujukan  yang dapat  memberikan layanan sesuai dengan kebutuhannya, untuk membantu perkembangan anak tersebut.
Ada beberapa rujukan yang dapat diberikan, yaitu :
a)     Dokter /ahli tulang
Untuk mengetahui secara pasti, mengenai kecacatan/kelainan yang dimiliki oleh anak tersebut, khususnya dibagian anggota tubuh yang mengalami kecacatan.
Sehingga anak dapat memperoleh perawatan, dan kelainan yang dimilikinya dapat teratasi.
b)    Psikolog
Psikolog sangat berperan penting dalam perkembangan tingkah laku dan mental seorang anak. Oleh karena itu, dengan adanya seorang psikolog, dapat membantu kejiwaan dan mental anak tersebut yang selama ini mengalami gangguan, sehingga dapat diatasi dengan baik.
c)     Orang tua
Orang tua harus terus member motivasi atau dorongan kepada anak, agar kepercayaan diri yang hilang dari diri anak tersebut, dapat kembali tumbuh dan berkembang.
D.  Pelaksanaan Intervensi
Dari proses intervensi yang telah dilakukan, maka hasil yang diperolah adalah : kepercayaan diri anak mulai tumbuh, sehingga dia tidak merasa minder lagi ketika bergaul dengan teman sebayanya.
E.   Sosialisasi
-         Orang tua.
Orang tua sangat berperan penting dalam tumbuh-kembang seorang anak. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menerima apapu keadaan anak, dan terus member dorongan dan motivasi kepada anak, sehingga kepercayaan diri anak dapat berkembang, dan dapat memiliki masa depan yang baik.
-         Teman-teman
Teman atau sahabat juga merupakan salah satu factor yang dapat menentukan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, dalam pergaulan sehari-hari, seorang teman tidak boleh membeda-bedakan antar satu dengan yang lainnya.
-         Masyarakat.
Masyarakat harus mampu menerima kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus, dan terus memberikan motivasi pada keluarga yang memiliki seorang anak ABK, agar terus memberikan bimbingan pada anak tersebut, sehingga dapat menjadikan anak yang mandiri dan memilik masa depan yang baik.