Saturday, 21 December 2013

PERKEMBANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS


PERKEMBANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

v Tumbuh Kembangnya ABK Dalam Keluarga

Ø Cirri perkembangan ABK:
Setiap anak berhak mendapat lingkungan yang memberikan kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal di lingkingan yang terdekat, yaitu: keluarga.
1.     Keluarga harus memberikan ASAH, yaitu: menstimulasikan atau merangsang.
2.     Keluarga harus memberikan ASIH, yaitu: melakukan dengan penuh kasih sayang.
3.      Keluarga harus memberikan ASUH, yaitu: memberikan asupan gizi imunisasi, mengganti pakaian agar selalu system indera, gerak motorik,  komunikasi, emosi dan pikiran anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Perangsangan yang di lakukan sejak dini yaitu: sejak anak itu lahir. Setiap aank yang sehat dan normal secara fisik serta mental, akan menyelesaikan tugas=tugas perkembangan sesuai dengan karakterristik dan tuntutan setiap tahap perkembangan yang di  laluinya. Dan juga orang tua harus peka mengamati seluruh proses perkembangannya apabila terjadi ke tidak cocokan dengan tugas perkembangan yang seharusnya, maka orang tua harus melakukan di teksi secara dini. Dengan adanya diteksi dini di harapkan, perkembangan dan pertumbuhan anak dapat di perbaiki atau di tangani lebih cepat, tepat, sehingga menghasilkan perubahan yang optimal.

Ø TUGAS PERKEMBANGAN ANAK.
1.     Tugas perkembangan tahap bayi baru lahir, mulai dari 0-2minggu. Pada tahap ini bayi harus dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu udara, dan cara pernapasan sehingga anak harus segera menangis. Apabila terlambat menangis maka ada kecenderungan mengalami kekurangan oksigen di otak. Masalah yang kemungkinan timbul adalah gangguan fungsi otak.
2.     Cara mengisap dan menelan susu bermasalah, maka ada kemungkinan mengalami hambatan kematangan dalam mengisap dan menelan, serta kemampuan dalam berbicara.
3.     Perkembangan dalam cara buang air besar bermasalah, maka kemungkinan mengalami atau mamiliki masalah perkembangan fungsi otak, yang mengakibatkkan gangguan pencernaan. Anak tidak respon pada suaraa-suara sekitarnya, maka kecenderungan gangguan pendengaran.
4.     Anak tidak respon terhadap cahaya terang dan gelap, maka kemungkinan cenderung mengalami gangguan pada penglihatan.

A.    TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP BAYI (2MINGGU-a,  dapat di ketahui sebagai berikut:
·        Umur 3 bulan, anak harus sudah mampu tengkurap secara bola/balik Umur 4 bulan-6 bulan anak sudah harus mampu duduk
·        Umur 6-9 bulan, anak sudah
·        9-12 anank sudah harus mampu berdiri dan ber
·        Umur 12-18 anak sudah mampu berjalan maju mundur dan berhenti tiba-tiba.
Seluruh tahap perkembangan itu di lalui olehy anak dan apapbila satu/beberapa perkembangan tidak dapat di lalui anak maka ada kemungkinan mengalami gangguan pada fungsi otak yang mengontrol fungsi perhatian,dorongan dan gerak, sehingga perilaku si anak, pemusatan danperhatian (hiperaktifitas) maka usia 9 bulan anak sydah mampu menggenggam dan memasuli permainan dalam wadah.
Usia 9-18 bulan anak sudah mampu makan dan minum sendiri, menggosok badan ketika mandi, latihan menggambar dengan menarik garis, memakai baju dan celana sendiri.
B. PERKEMBANGAN KONTROL AIR BESAR MAUPUN AIR KECIL.
        Sebelum mencapai 2 tahun, anak sudah harus mampu mengontrol buang air besar dan kecil, kemampuan tersebut berkaitan dengan disiplin diri yang selanjutnya mempengaruhi perkembangan kepribadian. Jika terjadi kegaglan pada tahap ini maka kemungkinan anak mengalami gangguan perilaku.
C. PERKEMBANGAN BAHASA
      Perkembangan bahasa mulai dari mengeluarkan letupan suara yang seolah-olah tidak terkontrol oleh bayi, selanjutnya bayi mulai bisa melakukan mengoceh misalnya: ma, pa, kak, la, dan lain-lain. Dan meneruskannya dan mengulang2. Usia skitar 1 tahun yang merupakan pengu;langan dan peniruan suara2 orang dewasa. Anak dapat menyebut namanya dengan hanya satu kata atau nama panggilannya. Selanjutnya anak mulai mengerti isyarat dan menasosiasikan kata2, suara dan artinya.
D.PERKEMBANGAN KECERDASAN.
     Usia 5-8 bulan anak memperoleh pengetahuan melalui aktifitas, melalui permainan “cilup bahhhhhhhhhhhhh”, usia 12-18 bulan anak mulai mengerti perintah dan dapat melakukan perintah2 sederhana dan juga mampu menyebutkan nama2 dari benda di sekitarnya. Pada tahap ini anak telah banmyak memiliki konsep tentang benda dan mulai bicara.
E. PERKEMBANGAN EMOSI
      Perkembangan emosi pada awalnya, bayi hanya mengenal perasaan sendan tidak senang. Usia 6-7 bulan mulai berkembang perasaan takut biasanya pada orang2 asing atau orang yang jarang di lihatnya. Usia sekitar 1 tahun mulai berkembang perasaan marah, gembira, sayang dan juga rasa cemas. Apapbila anak telah mencapai 7 bulan masih menunjukan perilaku cenderung ngamuk secara berlebihan sebagai pengungkapan keadaan emosinya, bila hal ini di biarkan maka dapat berkembang menjadi perilaku yang impulsif (meledak-ledak).
F. PERKEMBANGAN SOSIAL
       Anak yang tidak memiliki masalah pada penglihatan sekitar 3 bulan, bayi mulai menunjukan perhatiannya pada orang lain. Jika pada usia ini anak tidak reaksi pada orang yang ada di depanya, maka kemungkinan ank mengalami masalah penglihatan atau cenderung autis. Usia 7-8 bulan anak mulai membedakan orang di sekitarnya yang sering di lihat atau iorang asing dan anak melakukan reaksi yang berbeda.

TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP PRA SEKOLAH (2-6 TAHUN).
A.    PERKEMBANGAN MOTORIK.
Usia n2-3tahun mulai dapat menggambar garis, lingkaran dan manusia dalam bentukmlingkaran2 kecil. Usia 3 tahun anak mulai dapat menulis beberapa huruf dan mulai dapatmembuat garis lurus dan berhenti menggaris. Usia 4 tahun anak mulai dapat menggambar kubus, usia 5 tahun gerakannya sama dengan orang dewasa, sehingga sudah dapat menggosok gigi, kancing baju, mengikat tali sepatu dan menyisi rambutnya. Jika tahap ini tidak di lalui oleh anak maka kecenderungan mengalami motorik.
B. PERKEMB
     Usia 4 tahun anak sudah mampu menggunakan 6-8 kata pada pembicaraannya dan rajin bertanya dengan kata mengapa dan bagaimana, walaupun jawababn dari pertanyaan tidak terlalu di perhatikannya.
C.PERKEMBANGAN KECERDASAN.
   Cara berpikir anak pada tahap ini masih konkrit dan sangat egosentris, dalam menyelesaikan masalah hanya melihat 1 aspek saja dan mengabaikan yang lain.
D.EMOSI DAN SOSIAL.
    Perkembangan dalam permain lebih kreatiof dan perkembangannya lebih banyak menghayal. Mereka senang bermain “MEKE BELIEVE” dengan menirukan perilaku orang dewasa atau anak lainnya. Sebelum usia 3 tahun anak mengalami masa sulit, terutama bagi orang tuanya, antara lain: sulit di atur, mengikuti kemauan sendiri, mengaharap orang lain mengikuti kemauannya, cenderung membangkang, suka protes dalam bentuk kata2 atau sikap bahkan emosi yang meledak-ledak (bandel), nakal sekali tidak dapat di ajajk kompromi , selalu menmentang, namun tidak berlangsung lama , dan berubah jadi mas positif dan perilaku menyenangkan, mulai membedakan mana baik dan jahat, dan mengembangkan kata hati dan mulai belajar mengikat diri secara emosional dengan orang tua, saudara dan orang lain.
 Anak mulai membedakan jenis kelamin dan perilaku sopan santun, sesuai dengan jenis kelaminnya,  kesadaran dirinya mulai yimbul dan menyesuaikan perilakunyadengan perilaku orang tua yang sama jenis kelaminnya. Jika terjadi dalam proses perkembangan ini atau hambatan dalam perkenmbangan motori, bahasa, kecerdasan, emosional kemungkinan mengalami hambatan dalam proses KBM di sekolah yang artinya mengalami perkembangan potensi secara maksimal.

TUGAS PERKEMBANGAN SEKOLAH (6-12 tahun).
a.     Memasuki sekolah, memasuki masa ini di tandai dengan tidak keseimbangan fisik, meningkatnya kepekaan terhadap penulararn penyakit, menunjukan sikap pasif, malas, menarik diri dan meledak-ledak, perasaan peka dan tidak stabil ( usia 6 thun). Pada usia 7 tahun, terjadi sedikt perubahan, anak menjadi lebih sosial dan mudah di asuh.
b.     Kegiatan intelektual yang meningkat, haus terhadap pengetahuan2 vbaru, menunjukan minat yang besar terhadap kejadian yang ada di lingkungan sekitarnya dan mencoba menerangkan kejadian tersebut dengan cara obyektif dan rasional.
c.      Minat yang berlebihan atau minat yang lebih besar terhadap teman sebaya, mulai bergaul dengan teman sebayanya, mulai menyesuaikan diri dengan cara berpakaian dan cara berdandan, bebicara dari kelompoknya, terlibat dalam perselisihan, persaingan. Mengalami perkembangan yang menonjol pada kata hati, mampu nmembedakan hal2 yang salah dan benar, berusaha berbuat baik pada orang lain, menunjukan keinginan untuk menyenangkan pada orang tua, saudara2, teman dekat, dan meluas pada orang2 dan kelompok yang tidak mempunyai hubungan erat, mengumpulkan barang2 atau barang yang menurut orang tuanya tidak masuk akal, menunjukan meningkatnya minat terhadap membaca.
d.     Perkembangannya tidak tergantung pada orang tua, dan terbentuknya identitas diri anak mengembangkan “konsep diri yang realitis” pembentukan konsep diri di bantu dengan ada penilaian2 dari orang tua, guru, saudara dan teman2, lingkungan tentang seluruh sikap dan tampilan perilaku anak. Jika perkembangan tidak terjadi secara optimal oleh karena di sebabkan banyak,  hal antara lain: kecerdasan terbatas, gangguan penglihatan, hiperaktif, gangguan dalam kemampuan bahasa. Akibat dari semuanya ini dapat menimbulkan rasa harga dirinya rendah, emosinya terganggu, mengalami hambatan hubungan sosial.
TUGAS PERKEMBANGAN PUBERTAS.
   Tahap pubertas di anggap ke tahap remaja, menujukan proses pertumbuhan dan kematangan berjalan lebih intensif, yang keseluruhannya di pengaruhi oleh pertumbuhan yang sngat pesat terhadap hormonal. Pertumbuhan ini di tandai dengan pematangan seksual dan fisik yang menonjol, yang cenderung mempengaruhi perkembangan sosial, emosi, yuang menjadi kurang stabil dan perkembangan intelektual dan juga mempengaruhi perkembangan kepribadian.
PERKEMBANGAN ALAT-ALAT PRODUKSI.
    Yaitu terjadi perkembangan terhadap kelenjar2:
·        Emosinya tinggi
·        Suasana hatinya sering berganti-ganti
·        Keinginan untuk menyendiri
·        Sering terjadi kemunduran dalam prestasi sekolah yang di tandai dengan sikap malas, dalam menyelesaikan tugas sekolah.
·        Munnculnya sikap bosan terhadap kegiatan yang pada awalnya di minati dan di senanginya.
·        Sering menunjukn sikap menentang/otoritas
Jika pada masa ini anak mengakami kecacatan akibat kecelakaan atas suatu penyaki, maka situasi kejiwaannya yang berkembang pada masa ini, akan mempengaruhi reajsi terhadap kecacatannya.
TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP REMAJA (USIA 13-17 TAHUN).
Tahap remaja adalah: masa penuh gejolak, prustasi, konflik, masa ini harus banyak melakukan penyesuaian diri, percintaan, romantic, pemisahan diri dari masyarakat dan budaya orang dewasa.
Masa kelanjutan pencarian jati diri yang telah di mulai pada masa pubertas, dengan membentuk ganggang,  adanya tuntutan masyarakat untuk berprilaku lebih dawasa dan lebih matang. Minat dan kebutuhan serta keinginan makin meningkat, kebutuhan sosial, emosional, sangat mempengaruhi tingkah laku dan kepribadian mereka. Kebutuhan akan status baik secara fisik maupu sosial.
Minat akan penampilan diri, minat terhadap reaksi semakin meningkat, biasanya dalam bentuk: olahraga, dengar music, membaca majalah remaja, piknik dan pesta. Bila pada masa ini anak mengalami kecacatan akibat kecelakaan atas suatu penyakit, maka situasi kejiwaannya yang berkembang pada masa ini akan mempengaruhi reaksi terhadap kecacatan yang lebih serius dan mempengaruhi pelaksanaan peran sosialnya.


1 comment: