MAKALAH
RELATIVISME AGAMA
PENDAHULUAN.
Pada
hakekatnya manusia diciptakan dengan memiliki keterbatasan. Baik itu fisik,
tenaga, pikiran, dan lain-lain. Kondisi inilah yang menjadikan manusia yang
satu berbeda dengan manusia yang lainnya. Contoh Dari cara berpikir, manusia
ada yang merasa lebih baik ke kiri dan ada pula yang merasa lebih baik ke
kanan. Tetapi pada akhirnya mereka mempunyai tujuan yang sama yaitu agar dapat
hidup dengan bahagia.
Begitu
pula dengan kebenaran, setiap manusia memiliki kebenarannya masing-masing.
Islam menganggap sholat cara yang paling benar untuk mendekatkan diri pada
tuhannya, begitu pula umat Kristen, menurut mereka kegiatan kebaktian di gereja
merupakan cara yang paling benar untuk mendekatkan diri kepada tuhannya, Dan lain-lain.
Tetapi tujuan mereka sama yaitu agar mendapatkan kebahagian di kehidupan ini
maupun setelah kehidupan ini. Kebenaran inilah yang disebut relativisme sebab
kebenaran salah satu pihak belum tentu berlaku di pihak lain.
RELATIVISME
1.
Pengertian
Istilah “relativisme” diambilkan
dari bahasa Latin, relativus, yang artinya “menunjuk ke.” Setiap pengetahuan, menurut paham Relativisme, selalu
memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki
logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya.
Definisi relativisme secara umum :
pandangan bahwa pengetahuan itu dibatasi, baik oleh akal budi yang serba
terbatas maupun oleh cara mengetahui yg serba terbatas.
Relativisme agama adalah suatu paham
yangmengatakan bahwa kebenaran agama itu dianggap benar oleh pemeluknya. Dalam
arti, kebenaran setiap agama adalah benar menurut setiap pemeluknya.
Orang-orang muslim menganggap benar
agamanya. Orang-orang kristen menganggap benar agama yang dianutnya. Begitupun
dengan hindu, budha, dan agama yanglainnya.
2.
Ciri-ciriRelativisme
-
Menghargai perbedaan.
-
Menganggap tidak ada
kebenaran yang sejati.
-
Mengakui banyak cara
atau jalan untuk mencapai suatu tujuan.
3.
TokohUtama
Ada
beberapapendapat yang berkembangdikalanganpelopor dialog antar-agama
terutamadikalangankristenantara lain:
a)
Pernyataan tentang
relativisme pertama kali muncul dari filosof sophis, Protagoras (490-420 BC)
lima ratus tahun sebelum Masehi. Pernyataan Protagorasdikutip oleh Plato: “The
way things appear to me, in that way they exist for me; and the way things
appears to you, in that way they exist for you”(Theaetetus 152a).
Maksud kata-kata Protagoras demikian:” sesuatu nampak di
hadapanku dalam caranya yang khas, dan dalam cara yang khas itu pula sesuatu
ada untukku; demikianjuga apabila kamu berhadapan dengan sesuatu, sesuatu itu
secara khas ada untukmu.”
b) Relativisme
itu tidak plausible, menurut filosof Sokrates dan Plato, sebab meniadakan
kodrat indah dari kebenaran itu sendiri.Jika pengetahuan apa saja dalam
metodologi bagaimana pun selalu benar, seperti yang dideklarasikan oleh
Protagoras, kita tidak pernah tertarik akan kebenaran pengetahuan itu
sendiri.Sejak dikenalkan terminologi “subjek” dan “objek”, relativisme
diidentikkan dengan subjektivisme. Artinya, pengetahuan relatif adalah
pengetahuan yang bergantung atau memiliki referensi (atau related to)
subjek-nya.
Dalam filsafat ilmu pengetahuan (atau
epistemologi), pengetahuan sesungguhnya merupakan relasi subjek yang mengetahui
dengan objek yang diketahui.
c) ErntTroeltsch: “ agamabersifatrelatifdansejarah
agama bersifatevolusisebagaisuatugerakanmanusiawi yang universal
menujukesempurnaan ... wahyudilihatsebagaisuatugerakanmenujuyang mutlak yang
tidakpernahdapatdicapaisecarasempurna “.
d) Paul Tillich: “KeyakinanbahwaRoh Kudus
hadirdimana-mana ... dialog
yangkritisdimaksudkanuntukmerasukkedalamdirisendiridankedalamfpenghayatan agama
sendiri ... Tuhanadalahdasarkeberadaan (The ground of all being)”.
e) Wilfred Cantwell Smith: “Semua agama
hendaknyadipahamisebagaisuatuperjumpaan yang pentingdanberubah-ubahantara Yang
Ilahidanmanusia ... para misionaris Kristen harusmengambilbagiandalamperjumpaan
Yang Ilahi-manusiadalam agama lain denganmaksuduntukmembantuperkembangannya
yang evolusioner”.
f) Stanley Samartha: “
Dialogadalahupayauntukmemahamidanmenyatakanpartikularitaskitabukanhanyadalamkaitandenganwarisankitasendiritetapijugadalamhubungandenganwarisanrohanitetangga-tetangga”.
g) RaimundoPanikkar: “ Kebenaran yang
dikemukakanbaikolehajaran Kristen di satupihakmaupunajaran Hindu dilainpihak
universal danakhirnyaseringdianggapsebagaipendirian yang partikulardanterbatas,
sedangkan yang sebetulnyakeduanyamerupakanperumusan yang
memangdibatasiolehfaktor-faktorbudaya, mengenaisuatukebenaran yang lebih
universal”.
4.
Kritik realitivisme
terhadap agama :
Dalam konteks memuja atau beribadah
kepada tuhan semua mengakui bahwa realitas mutlak (TUHAN) adalah kebenaran
sejati, sedangkan manusia merupakan kebenaran relativ karena manusia memiliki
banyak keterbatasan. Lalu yang ingin kami tanyakan ialah apakah agama itu
termasuk dalam kebenaran mutlak ataukah kebenaran relative? Bila jawabannya
mutlak, tentulah hanya ada satu yang benar. Sedangkan di Indonesia saja telah
terdapat 6 agama yang diakui. Dari keenam agama tersebut manakah yang
benar? Bila jawabannya relative, apakah
agama itu adalah produk pemikiran manusia? Dan apakkah para utusan (nabi,
rasul, avatara) adalah orang-orang jenius yang berfikir tentang Tuhan, dan
hasilnya dibakukan dalam norma-norma dan institusi yang disebut agama? Pada
titik ini agama tidak beda dengan ilmu pengetahuan atau kebudayaan. Ilmu
pengetahuan (science) adalah hasil olah fikir (observasi) manusia atas
fakta-fakta yang didapatkannya di alam ini. Sementara kebudayaan merupakan
produk olah rasa manusia. Sebagai produk kemanusiaan, kedua hal ini bersifat
relatif dan tidak mutlak. Kebenaran teori-teori ilmu pengetahuan selalu
berkembang sesuai dengan fakta-fakta baru yang ditemukan. Dan keberlakuan
kebudayaan selalu dibatasi oleh ruang-waktu masyarakat bersangkutan.
5.
Kritikdari
kami (kelompok IV) terhadappahamtersebut
Pada paham relativisme berpendapat bahwa
setiap orang memiliki kebenarannya masing-masing dalam beribadah kepada
tuhannya. Seperti islam yang menganggap sholat adalah cara yang paling benar
untuk memuja tuhannya. Begitu pula Kristen menganggap kebaktian adalah cara
yang paling tepat untuk takwa kepada tuhannya. Dan lain-lain. Bila semuanya
benar, maka tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu disalahkan. Lalu
untuk apa kita belajar dan sekolah? Karena apa pun perbuatan kita tentulah
benar.
6.
kesimpulan.
Relativismeadalahpaham
yang mencobamelihatsuatukebenarandarisudutpandang yang berbeda.
nyari sumber nya dimana mas?
ReplyDelete