Saturday, 21 December 2013

RELATIVISME AGAMA


MAKALAH
RELATIVISME AGAMA

PENDAHULUAN.

Pada hakekatnya manusia diciptakan dengan memiliki keterbatasan. Baik itu fisik, tenaga, pikiran, dan lain-lain. Kondisi inilah yang menjadikan manusia yang satu berbeda dengan manusia yang lainnya. Contoh Dari cara berpikir, manusia ada yang merasa lebih baik ke kiri dan ada pula yang merasa lebih baik ke kanan. Tetapi pada akhirnya mereka mempunyai tujuan yang sama yaitu agar dapat hidup dengan bahagia.
Begitu pula dengan kebenaran, setiap manusia memiliki kebenarannya masing-masing. Islam menganggap sholat cara yang paling benar untuk mendekatkan diri pada tuhannya, begitu pula umat Kristen, menurut mereka kegiatan kebaktian di gereja merupakan cara yang paling benar untuk mendekatkan diri kepada tuhannya, Dan lain-lain. Tetapi tujuan mereka sama yaitu agar mendapatkan kebahagian di kehidupan ini maupun setelah kehidupan ini. Kebenaran inilah yang disebut relativisme sebab kebenaran salah satu pihak belum tentu berlaku di pihak lain.




           







RELATIVISME

      1.            Pengertian

Istilah “relativisme” diambilkan dari bahasa Latin, relativus, yang artinya “menunjuk ke.”  Setiap pengetahuan, menurut paham Relativisme, selalu memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya.
Definisi relativisme secara umum : pandangan bahwa pengetahuan itu dibatasi, baik oleh akal budi yang serba terbatas maupun oleh cara mengetahui yg serba terbatas.
Relativisme agama adalah suatu paham yangmengatakan bahwa kebenaran agama itu dianggap benar oleh pemeluknya. Dalam arti, kebenaran setiap agama adalah benar menurut setiap pemeluknya.
Orang-orang muslim menganggap benar agamanya. Orang-orang kristen menganggap benar agama yang dianutnya. Begitupun dengan hindu, budha, dan agama yanglainnya.

      2.            Ciri-ciriRelativisme

-          Menghargai perbedaan.
-          Menganggap tidak ada kebenaran yang sejati.
-          Mengakui banyak cara atau jalan untuk mencapai suatu tujuan.

      3.            TokohUtama

Ada beberapapendapat yang berkembangdikalanganpelopor dialog antar-agama terutamadikalangankristenantara lain:
a)      Pernyataan tentang relativisme pertama kali muncul dari filosof sophis, Protagoras (490-420 BC) lima ratus tahun sebelum Masehi. Pernyataan Protagorasdikutip oleh Plato: “The way things appear to me, in that way they exist for me; and the way things appears to you, in that way they exist for you”(Theaetetus 152a).
Maksud kata-kata Protagoras demikian: sesuatu nampak di hadapanku dalam caranya yang khas, dan dalam cara yang khas itu pula sesuatu ada untukku; demikianjuga apabila kamu berhadapan dengan sesuatu, sesuatu itu secara khas ada untukmu.

b)      Relativisme itu tidak plausible, menurut filosof Sokrates dan Plato, sebab meniadakan kodrat indah dari kebenaran itu sendiri.Jika pengetahuan apa saja dalam metodologi bagaimana pun selalu benar, seperti yang dideklarasikan oleh Protagoras, kita tidak pernah tertarik akan kebenaran pengetahuan itu sendiri.Sejak dikenalkan terminologi “subjek” dan “objek”, relativisme diidentikkan dengan subjektivisme. Artinya, pengetahuan relatif adalah pengetahuan yang bergantung atau memiliki referensi (atau related to) subjek-nya.
Dalam filsafat ilmu pengetahuan (atau epistemologi), pengetahuan sesungguhnya merupakan relasi subjek yang mengetahui dengan objek yang diketahui.

c)      ErntTroeltsch: “ agamabersifatrelatifdansejarah agama bersifatevolusisebagaisuatugerakanmanusiawi yang universal menujukesempurnaan ... wahyudilihatsebagaisuatugerakanmenujuyang mutlak yang tidakpernahdapatdicapaisecarasempurna “.
d)     Paul Tillich: “KeyakinanbahwaRoh Kudus hadirdimana-mana ... dialog yangkritisdimaksudkanuntukmerasukkedalamdirisendiridankedalamfpenghayatan agama sendiri ... Tuhanadalahdasarkeberadaan (The ground of all being)”.


e)      Wilfred Cantwell Smith: “Semua agama hendaknyadipahamisebagaisuatuperjumpaan yang pentingdanberubah-ubahantara Yang Ilahidanmanusia ... para misionaris Kristen harusmengambilbagiandalamperjumpaan Yang Ilahi-manusiadalam agama lain denganmaksuduntukmembantuperkembangannya yang evolusioner”.

f)       Stanley Samartha: “ Dialogadalahupayauntukmemahamidanmenyatakanpartikularitaskitabukanhanyadalamkaitandenganwarisankitasendiritetapijugadalamhubungandenganwarisanrohanitetangga-tetangga”.


g)      RaimundoPanikkar: “ Kebenaran yang dikemukakanbaikolehajaran Kristen di satupihakmaupunajaran Hindu dilainpihak universal danakhirnyaseringdianggapsebagaipendirian yang partikulardanterbatas, sedangkan yang sebetulnyakeduanyamerupakanperumusan yang memangdibatasiolehfaktor-faktorbudaya, mengenaisuatukebenaran yang lebih universal”.

      4.            Kritik realitivisme terhadap agama :

Dalam konteks memuja atau beribadah kepada tuhan semua mengakui bahwa realitas mutlak (TUHAN) adalah kebenaran sejati, sedangkan manusia merupakan kebenaran relativ karena manusia memiliki banyak keterbatasan. Lalu yang ingin kami tanyakan ialah apakah agama itu termasuk dalam kebenaran mutlak ataukah kebenaran relative? Bila jawabannya mutlak, tentulah hanya ada satu yang benar. Sedangkan di Indonesia saja telah terdapat 6 agama yang diakui. Dari keenam agama tersebut manakah yang benar?  Bila jawabannya relative, apakah agama itu adalah produk pemikiran manusia? Dan apakkah para  utusan (nabi, rasul, avatara) adalah orang-orang jenius yang berfikir tentang Tuhan, dan hasilnya dibakukan dalam norma-norma dan institusi yang disebut agama? Pada titik ini agama tidak beda dengan ilmu pengetahuan atau kebudayaan. Ilmu pengetahuan (science) adalah hasil olah fikir (observasi) manusia atas fakta-fakta yang didapatkannya di alam ini. Sementara kebudayaan merupakan produk olah rasa manusia. Sebagai produk kemanusiaan, kedua hal ini bersifat relatif dan tidak mutlak. Kebenaran  teori-teori ilmu pengetahuan selalu berkembang sesuai dengan fakta-fakta baru yang ditemukan. Dan keberlakuan kebudayaan selalu dibatasi oleh ruang-waktu masyarakat bersangkutan.




      5.            Kritikdari kami (kelompok IV) terhadappahamtersebut

Pada paham relativisme berpendapat bahwa setiap orang memiliki kebenarannya masing-masing dalam beribadah kepada tuhannya. Seperti islam yang menganggap sholat adalah cara yang paling benar untuk memuja tuhannya. Begitu pula Kristen menganggap kebaktian adalah cara yang paling tepat untuk takwa kepada tuhannya. Dan lain-lain. Bila semuanya benar, maka tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu disalahkan. Lalu untuk apa kita belajar dan sekolah? Karena apa pun perbuatan kita tentulah benar.

      6.            kesimpulan.
Relativismeadalahpaham yang mencobamelihatsuatukebenarandarisudutpandang yang berbeda.

1 comment: