REHABILITASI
PSIKOSOSIAL
“Rencana
Sederhana Tentang Normalisasi Anak Cacat/Berkelainan, Yang Melibatkan
Pihak-Pihak Yang Berkepentingan”
A. Identitas
1.
Tahapan penerimaan
Nama Anak :
Abraham Kase
Jenis kelamin :
Laki-laki
Jenis Ketunaan : Tunadaksa
Tpt/Tgl lahir :
Takari, 15 Desember 1991
2.
Riwayat Kasus
Pada saat lahir, anak
tersebut lahir dengan normal seperti anak pada umunya. Namun ketika dia berusia
17tahun (kelas 2 SMA), dia mengalami sebuah kecelakaan, yang mengakibatkan
salah satu anggota tubuhnya mengalami kecacatan (kakinya patah).
Semenjak itulah, kejiwaan anak
tersebut mengalami sedikit gangguan, dia mengalami trauma yang berkepanjangan .
Dimana, dia tidak lagi memiliki kepercayaan diri yang baik, dia selalu merasa
minder dan tidak mau bergaul dengan teman-teman sebayanya.
3.
Karakteristik fisik anak
-
Kakinya tidak dapat berjalan dengan normal
-
Kaki kanan lebih pendek, dari kaki kiri
(akibat patah)
4.
Karakteristik non-fisik anak
-
Selalu duduk menyendiri
-
Tidak mau bergaul dengan teman-temannya
-
Kepercayaan diri hilang
-
Meras minder yang berlebihan
-
Rasa trauma yang berkepanjangan
B. Gambaran
Permasalahan Klien
Dengan
melihat beberapa karakteristik yang dimiliki anak tersebut, maka dapat
disimpulkan ,bahwa anak tersebut mengalami beberapa masalah/hambatan dalam
dirinya, yaitu:
-
Anak tersebut mengalami kecacatan fisik, yang
disebabkan oleh kecelakaan yang dialaminya pada saat dia berumur 17tahun (Kelas
2 SMA).
-
Anak tersebut mengalami gangguan sosial
karena kecacatan yang dimilkinya, yang mengakibatkan kepercayaan dirinya
hilang, dia tidak mau lagi bergaul dengan teman-teman sebayanya, selalu merasa
minder, trauma yang berkepanjangan dan menganggap dirinya tidak berguna bagi
orang lain.][
C. Rencana
Intervensi
Dengan
melihat kelainan/hambatan yang dimiliki oleh anak tersebut, anak tersebut harus
diberi rujukan yang dapat memberikan layanan sesuai dengan
kebutuhannya, untuk membantu perkembangan anak tersebut.
Ada
beberapa rujukan yang dapat diberikan, yaitu :
a)
Dokter /ahli tulang
Untuk mengetahui secara
pasti, mengenai kecacatan/kelainan yang dimiliki oleh anak tersebut, khususnya
dibagian anggota tubuh yang mengalami kecacatan.
Sehingga anak dapat
memperoleh perawatan, dan kelainan yang dimilikinya dapat teratasi.
b)
Psikolog
Psikolog sangat berperan
penting dalam perkembangan tingkah laku dan mental seorang anak. Oleh karena
itu, dengan adanya seorang psikolog, dapat membantu kejiwaan dan mental anak
tersebut yang selama ini mengalami gangguan, sehingga dapat diatasi dengan
baik.
c)
Orang tua
Orang tua harus terus member
motivasi atau dorongan kepada anak, agar kepercayaan diri yang hilang dari diri
anak tersebut, dapat kembali tumbuh dan berkembang.
D. Pelaksanaan
Intervensi
Dari
proses intervensi yang telah dilakukan, maka hasil yang diperolah adalah :
kepercayaan diri anak mulai tumbuh, sehingga dia tidak merasa minder lagi
ketika bergaul dengan teman sebayanya.
E. Sosialisasi
-
Orang tua.
Orang tua sangat berperan penting dalam
tumbuh-kembang seorang anak. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menerima
apapu keadaan anak, dan terus member dorongan dan motivasi kepada anak,
sehingga kepercayaan diri anak dapat berkembang, dan dapat memiliki masa depan
yang baik.
-
Teman-teman
Teman atau sahabat juga merupakan salah satu
factor yang dapat menentukan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, dalam
pergaulan sehari-hari, seorang teman tidak boleh membeda-bedakan antar satu
dengan yang lainnya.
-
Masyarakat.
Masyarakat harus mampu menerima kehadiran anak-anak
berkebutuhan khusus, dan terus memberikan motivasi pada keluarga yang memiliki
seorang anak ABK, agar terus memberikan bimbingan pada anak tersebut, sehingga
dapat menjadikan anak yang mandiri dan memilik masa depan yang baik.
No comments:
Post a Comment