Saturday, 21 December 2013

rehabilitasi psikososial


REHABILITASI PSIKOSOSIAL
“Rencana Sederhana Tentang Normalisasi Anak Cacat/Berkelainan, Yang Melibatkan Pihak-Pihak Yang Berkepentingan”




A. Identitas
1.     Tahapan penerimaan

Nama Anak         : Abraham Kase
Jenis kelamin       : Laki-laki
Jenis Ketunaan    : Tunadaksa
Tpt/Tgl lahir        : Takari, 15 Desember 1991

2.     Riwayat Kasus
Pada saat lahir, anak tersebut lahir dengan normal seperti anak pada umunya. Namun ketika dia berusia 17tahun (kelas 2 SMA), dia mengalami sebuah kecelakaan, yang mengakibatkan salah satu anggota tubuhnya mengalami kecacatan (kakinya patah).
Semenjak itulah, kejiwaan anak tersebut mengalami sedikit gangguan, dia mengalami trauma yang berkepanjangan . Dimana, dia tidak lagi memiliki kepercayaan diri yang baik, dia selalu merasa minder dan tidak mau bergaul dengan teman-teman sebayanya.
3.     Karakteristik fisik anak
-         Kakinya tidak dapat berjalan dengan normal
-         Kaki kanan lebih pendek, dari kaki kiri (akibat patah)
4.     Karakteristik non-fisik anak
-         Selalu duduk menyendiri
-         Tidak mau bergaul dengan teman-temannya
-         Kepercayaan diri hilang
-         Meras minder yang berlebihan
-         Rasa trauma yang berkepanjangan



B.    Gambaran Permasalahan Klien
Dengan melihat beberapa karakteristik yang dimiliki anak tersebut, maka dapat disimpulkan ,bahwa anak tersebut mengalami beberapa masalah/hambatan dalam dirinya, yaitu:
-         Anak tersebut mengalami kecacatan fisik, yang disebabkan oleh kecelakaan yang dialaminya pada saat dia berumur 17tahun (Kelas 2 SMA).
-         Anak tersebut mengalami gangguan sosial karena kecacatan yang dimilkinya, yang mengakibatkan kepercayaan dirinya hilang, dia tidak mau lagi bergaul dengan teman-teman sebayanya, selalu merasa minder, trauma yang berkepanjangan dan menganggap dirinya tidak berguna bagi orang lain.][

C.   Rencana Intervensi
Dengan melihat kelainan/hambatan yang dimiliki oleh anak tersebut, anak tersebut harus diberi rujukan  yang dapat  memberikan layanan sesuai dengan kebutuhannya, untuk membantu perkembangan anak tersebut.
Ada beberapa rujukan yang dapat diberikan, yaitu :
a)     Dokter /ahli tulang
Untuk mengetahui secara pasti, mengenai kecacatan/kelainan yang dimiliki oleh anak tersebut, khususnya dibagian anggota tubuh yang mengalami kecacatan.
Sehingga anak dapat memperoleh perawatan, dan kelainan yang dimilikinya dapat teratasi.
b)    Psikolog
Psikolog sangat berperan penting dalam perkembangan tingkah laku dan mental seorang anak. Oleh karena itu, dengan adanya seorang psikolog, dapat membantu kejiwaan dan mental anak tersebut yang selama ini mengalami gangguan, sehingga dapat diatasi dengan baik.
c)     Orang tua
Orang tua harus terus member motivasi atau dorongan kepada anak, agar kepercayaan diri yang hilang dari diri anak tersebut, dapat kembali tumbuh dan berkembang.
D.  Pelaksanaan Intervensi
Dari proses intervensi yang telah dilakukan, maka hasil yang diperolah adalah : kepercayaan diri anak mulai tumbuh, sehingga dia tidak merasa minder lagi ketika bergaul dengan teman sebayanya.
E.   Sosialisasi
-         Orang tua.
Orang tua sangat berperan penting dalam tumbuh-kembang seorang anak. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menerima apapu keadaan anak, dan terus member dorongan dan motivasi kepada anak, sehingga kepercayaan diri anak dapat berkembang, dan dapat memiliki masa depan yang baik.
-         Teman-teman
Teman atau sahabat juga merupakan salah satu factor yang dapat menentukan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, dalam pergaulan sehari-hari, seorang teman tidak boleh membeda-bedakan antar satu dengan yang lainnya.
-         Masyarakat.
Masyarakat harus mampu menerima kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus, dan terus memberikan motivasi pada keluarga yang memiliki seorang anak ABK, agar terus memberikan bimbingan pada anak tersebut, sehingga dapat menjadikan anak yang mandiri dan memilik masa depan yang baik.

No comments:

Post a Comment