PERKEMBANGAN
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
v Tumbuh Kembangnya ABK Dalam
Keluarga
Ø Cirri perkembangan ABK:
Setiap anak berhak
mendapat lingkungan yang memberikan kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang
secara optimal di lingkingan yang terdekat, yaitu: keluarga.
1. Keluarga harus memberikan ASAH,
yaitu: menstimulasikan atau merangsang.
2. Keluarga harus memberikan ASIH,
yaitu: melakukan dengan penuh kasih sayang.
3. Keluarga harus memberikan ASUH, yaitu:
memberikan asupan gizi imunisasi, mengganti pakaian agar selalu system indera,
gerak motorik, komunikasi, emosi dan
pikiran anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Perangsangan yang di lakukan sejak dini yaitu: sejak anak itu
lahir. Setiap aank yang sehat dan normal secara fisik serta mental, akan
menyelesaikan tugas=tugas perkembangan sesuai dengan karakterristik dan
tuntutan setiap tahap perkembangan yang di
laluinya. Dan juga orang tua harus peka mengamati seluruh proses
perkembangannya apabila terjadi ke tidak cocokan dengan tugas perkembangan yang
seharusnya, maka orang tua harus melakukan di teksi secara dini. Dengan adanya
diteksi dini di harapkan, perkembangan dan pertumbuhan anak dapat di perbaiki
atau di tangani lebih cepat, tepat, sehingga menghasilkan perubahan yang
optimal.
Ø TUGAS PERKEMBANGAN ANAK.
1. Tugas perkembangan tahap bayi baru
lahir, mulai dari 0-2minggu. Pada tahap ini bayi harus dapat menyesuaikan diri
terhadap perubahan suhu udara, dan cara pernapasan sehingga anak harus segera
menangis. Apabila terlambat menangis maka ada kecenderungan mengalami
kekurangan oksigen di otak. Masalah yang kemungkinan timbul adalah gangguan
fungsi otak.
2. Cara mengisap dan menelan susu
bermasalah, maka ada kemungkinan mengalami hambatan kematangan dalam mengisap
dan menelan, serta kemampuan dalam berbicara.
3. Perkembangan dalam cara buang air
besar bermasalah, maka kemungkinan mengalami atau mamiliki masalah perkembangan
fungsi otak, yang mengakibatkkan gangguan pencernaan. Anak tidak respon pada
suaraa-suara sekitarnya, maka kecenderungan gangguan pendengaran.
4. Anak tidak respon terhadap cahaya
terang dan gelap, maka kemungkinan cenderung mengalami gangguan pada
penglihatan.
A. TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP BAYI
(2MINGGU-a, dapat di ketahui sebagai
berikut:
·
Umur
3 bulan, anak harus sudah mampu tengkurap secara bola/balik Umur 4 bulan-6
bulan anak sudah harus mampu duduk
·
Umur
6-9 bulan, anak sudah
·
9-12
anank sudah harus mampu berdiri dan ber
·
Umur
12-18 anak sudah mampu berjalan maju mundur dan berhenti tiba-tiba.
Seluruh tahap perkembangan itu di
lalui olehy anak dan apapbila satu/beberapa perkembangan tidak dapat di lalui
anak maka ada kemungkinan mengalami gangguan pada fungsi otak yang mengontrol
fungsi perhatian,dorongan dan gerak, sehingga perilaku si anak, pemusatan
danperhatian (hiperaktifitas) maka usia 9 bulan anak sydah mampu menggenggam
dan memasuli permainan dalam wadah.
Usia 9-18 bulan anak sudah mampu
makan dan minum sendiri, menggosok badan ketika mandi, latihan menggambar
dengan menarik garis, memakai baju dan celana sendiri.
B. PERKEMBANGAN KONTROL AIR BESAR MAUPUN AIR KECIL.
Sebelum
mencapai 2 tahun, anak sudah harus mampu mengontrol buang air besar dan kecil,
kemampuan tersebut berkaitan dengan disiplin diri yang selanjutnya mempengaruhi
perkembangan kepribadian. Jika terjadi kegaglan pada tahap ini maka kemungkinan
anak mengalami gangguan perilaku.
C. PERKEMBANGAN BAHASA
Perkembangan
bahasa mulai dari mengeluarkan letupan suara yang seolah-olah tidak terkontrol
oleh bayi, selanjutnya bayi mulai bisa melakukan mengoceh misalnya: ma, pa,
kak, la, dan lain-lain. Dan meneruskannya dan mengulang2. Usia skitar 1 tahun
yang merupakan pengu;langan dan peniruan suara2 orang dewasa. Anak dapat
menyebut namanya dengan hanya satu kata atau nama panggilannya. Selanjutnya
anak mulai mengerti isyarat dan menasosiasikan kata2, suara dan artinya.
D.PERKEMBANGAN KECERDASAN.
Usia 5-8 bulan
anak memperoleh pengetahuan melalui aktifitas, melalui permainan “cilup
bahhhhhhhhhhhhh”, usia 12-18 bulan anak mulai mengerti perintah dan dapat
melakukan perintah2 sederhana dan juga mampu menyebutkan nama2 dari benda di
sekitarnya. Pada tahap ini anak telah banmyak memiliki konsep tentang benda dan
mulai bicara.
E. PERKEMBANGAN EMOSI
Perkembangan
emosi pada awalnya, bayi hanya mengenal perasaan sendan tidak senang. Usia 6-7
bulan mulai berkembang perasaan takut biasanya pada orang2 asing atau orang
yang jarang di lihatnya. Usia sekitar 1 tahun mulai berkembang perasaan marah,
gembira, sayang dan juga rasa cemas. Apapbila anak telah mencapai 7 bulan masih
menunjukan perilaku cenderung ngamuk secara berlebihan sebagai pengungkapan
keadaan emosinya, bila hal ini di biarkan maka dapat berkembang menjadi
perilaku yang impulsif (meledak-ledak).
F. PERKEMBANGAN SOSIAL
Anak yang tidak
memiliki masalah pada penglihatan sekitar 3 bulan, bayi mulai menunjukan
perhatiannya pada orang lain. Jika pada usia ini anak tidak reaksi pada orang
yang ada di depanya, maka kemungkinan ank mengalami masalah penglihatan atau
cenderung autis. Usia 7-8 bulan anak mulai membedakan orang di sekitarnya yang
sering di lihat atau iorang asing dan anak melakukan reaksi yang berbeda.
TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP PRA SEKOLAH (2-6 TAHUN).
A.
PERKEMBANGAN
MOTORIK.
Usia n2-3tahun mulai dapat menggambar
garis, lingkaran dan manusia dalam bentukmlingkaran2 kecil. Usia 3 tahun anak
mulai dapat menulis beberapa huruf dan mulai dapatmembuat garis lurus dan
berhenti menggaris. Usia 4 tahun anak mulai dapat menggambar kubus, usia 5
tahun gerakannya sama dengan orang dewasa, sehingga sudah dapat menggosok gigi,
kancing baju, mengikat tali sepatu dan menyisi rambutnya. Jika tahap ini tidak
di lalui oleh anak maka kecenderungan mengalami motorik.
B. PERKEMB
Usia 4 tahun anak
sudah mampu menggunakan 6-8 kata pada pembicaraannya dan rajin bertanya dengan
kata mengapa dan bagaimana, walaupun jawababn dari pertanyaan tidak terlalu di
perhatikannya.
C.PERKEMBANGAN KECERDASAN.
Cara berpikir anak pada tahap ini masih konkrit dan sangat egosentris,
dalam menyelesaikan masalah hanya melihat 1 aspek saja dan mengabaikan yang
lain.
D.EMOSI DAN SOSIAL.
Perkembangan dalam permain lebih kreatiof dan perkembangannya lebih
banyak menghayal. Mereka senang bermain “MEKE BELIEVE” dengan menirukan
perilaku orang dewasa atau anak lainnya. Sebelum usia 3 tahun anak mengalami
masa sulit, terutama bagi orang tuanya, antara lain: sulit di atur, mengikuti
kemauan sendiri, mengaharap orang lain mengikuti kemauannya, cenderung
membangkang, suka protes dalam bentuk kata2 atau sikap bahkan emosi yang
meledak-ledak (bandel), nakal sekali tidak dapat di ajajk kompromi , selalu
menmentang, namun tidak berlangsung lama , dan berubah jadi mas positif dan
perilaku menyenangkan, mulai membedakan mana baik dan jahat, dan mengembangkan
kata hati dan mulai belajar mengikat diri secara emosional dengan orang tua,
saudara dan orang lain.
Anak mulai membedakan jenis kelamin dan
perilaku sopan santun, sesuai dengan jenis kelaminnya, kesadaran dirinya mulai yimbul dan
menyesuaikan perilakunyadengan perilaku orang tua yang sama jenis kelaminnya.
Jika terjadi dalam proses perkembangan ini atau hambatan dalam perkenmbangan
motori, bahasa, kecerdasan, emosional kemungkinan mengalami hambatan dalam
proses KBM di sekolah yang artinya mengalami perkembangan potensi secara
maksimal.
TUGAS PERKEMBANGAN SEKOLAH (6-12
tahun).
a. Memasuki sekolah, memasuki masa ini
di tandai dengan tidak keseimbangan fisik, meningkatnya kepekaan terhadap
penulararn penyakit, menunjukan sikap pasif, malas, menarik diri dan
meledak-ledak, perasaan peka dan tidak stabil ( usia 6 thun). Pada usia 7
tahun, terjadi sedikt perubahan, anak menjadi lebih sosial dan mudah di asuh.
b. Kegiatan intelektual yang meningkat,
haus terhadap pengetahuan2 vbaru, menunjukan minat yang besar terhadap kejadian
yang ada di lingkungan sekitarnya dan mencoba menerangkan kejadian tersebut
dengan cara obyektif dan rasional.
c. Minat yang berlebihan atau minat yang
lebih besar terhadap teman sebaya, mulai bergaul dengan teman sebayanya, mulai
menyesuaikan diri dengan cara berpakaian dan cara berdandan, bebicara dari
kelompoknya, terlibat dalam perselisihan, persaingan. Mengalami perkembangan
yang menonjol pada kata hati, mampu nmembedakan hal2 yang salah dan benar,
berusaha berbuat baik pada orang lain, menunjukan keinginan untuk menyenangkan
pada orang tua, saudara2, teman dekat, dan meluas pada orang2 dan kelompok yang
tidak mempunyai hubungan erat, mengumpulkan barang2 atau barang yang menurut
orang tuanya tidak masuk akal, menunjukan meningkatnya minat terhadap membaca.
d. Perkembangannya tidak tergantung pada
orang tua, dan terbentuknya identitas diri anak mengembangkan “konsep diri yang
realitis” pembentukan konsep diri di bantu dengan ada penilaian2 dari orang
tua, guru, saudara dan teman2, lingkungan tentang seluruh sikap dan tampilan
perilaku anak. Jika perkembangan tidak terjadi secara optimal oleh karena di
sebabkan banyak, hal antara lain:
kecerdasan terbatas, gangguan penglihatan, hiperaktif, gangguan dalam kemampuan
bahasa. Akibat dari semuanya ini dapat menimbulkan rasa harga dirinya rendah,
emosinya terganggu, mengalami hambatan hubungan sosial.
TUGAS PERKEMBANGAN PUBERTAS.
Tahap pubertas di
anggap ke tahap remaja, menujukan proses pertumbuhan dan kematangan berjalan
lebih intensif, yang keseluruhannya di pengaruhi oleh pertumbuhan yang sngat
pesat terhadap hormonal. Pertumbuhan ini di tandai dengan pematangan seksual
dan fisik yang menonjol, yang cenderung mempengaruhi perkembangan sosial,
emosi, yuang menjadi kurang stabil dan perkembangan intelektual dan juga
mempengaruhi perkembangan kepribadian.
PERKEMBANGAN ALAT-ALAT PRODUKSI.
Yaitu terjadi
perkembangan terhadap kelenjar2:
·
Emosinya
tinggi
·
Suasana
hatinya sering berganti-ganti
·
Keinginan
untuk menyendiri
·
Sering
terjadi kemunduran dalam prestasi sekolah yang di tandai dengan sikap malas,
dalam menyelesaikan tugas sekolah.
·
Munnculnya
sikap bosan terhadap kegiatan yang pada awalnya di minati dan di senanginya.
·
Sering
menunjukn sikap menentang/otoritas
Jika pada masa ini anak mengakami kecacatan akibat kecelakaan
atas suatu penyaki, maka situasi kejiwaannya yang berkembang pada masa ini,
akan mempengaruhi reajsi terhadap kecacatannya.
TUGAS PERKEMBANGAN TAHAP REMAJA (USIA 13-17 TAHUN).
Tahap remaja adalah: masa penuh gejolak, prustasi, konflik,
masa ini harus banyak melakukan penyesuaian diri, percintaan, romantic,
pemisahan diri dari masyarakat dan budaya orang dewasa.
Masa kelanjutan pencarian jati diri yang telah di mulai pada
masa pubertas, dengan membentuk ganggang,
adanya tuntutan masyarakat untuk berprilaku lebih dawasa dan lebih
matang. Minat dan kebutuhan serta keinginan makin meningkat, kebutuhan sosial,
emosional, sangat mempengaruhi tingkah laku dan kepribadian mereka. Kebutuhan
akan status baik secara fisik maupu sosial.
Minat akan penampilan diri, minat terhadap reaksi semakin
meningkat, biasanya dalam bentuk: olahraga, dengar music, membaca majalah
remaja, piknik dan pesta. Bila pada masa ini anak mengalami kecacatan akibat
kecelakaan atas suatu penyakit, maka situasi kejiwaannya yang berkembang pada
masa ini akan mempengaruhi reaksi terhadap kecacatan yang lebih serius dan
mempengaruhi pelaksanaan peran sosialnya.